Ternyata ada 4 Pengorbanan yang kamu rasakan di dunia eSports!

pengorbanan di dunia eSports

Pengorbanan di Dunia eSports – Dengan menjamurnya eSports dikalangan gamers tentu mulai banyak manfaat yang dapat kita lihat. Karena jika kita perhatikan, sekarang ini sudah banyak sekali gamers yang mulai serius dan mulai menjadikan hobi bermain gamenya itu sebagai mata pencaharian. Kompetisi game pun juga semakin sering diadakan. Bahkan hadiahnya pun enggak main-main. Makanya, semakin kesini, gamers di seluruh dunia semakin serius dengan hobinya agar bisa menjadi yang terbaik sekaligus meraup hadiah yang nilainya bisa mencapai puluhan juta.

Tapi tahukah kamu, sebelum kamu bisa menjadi pemain pro kamu mungkin harus melakukan beberapa pengorbanan di dunia eSports. Penasaran dengan pengorbanan itu ? Yuk simak artikel dibawah ini!

Pengorbanan di Dunia eSports

Waktu

waktu.jpg

Pengorbanan yang paling sering dilakukan oleh atlet eSports adalah tentang waktu. Karena kebanyakan waktu mereka akan habis terpakai untuk latihan sehari-hari. Kasarnya jam latihan mereka bisa sampai 12 jam perhari, hal itu sudah termasuk dengan analisis pertandingan-pertandingan tim profesional, mencoba meta baru, bahkan sampai ke menonton kembali permainan mereka sebelumnya.

Baca Juga : Wajib Nonton ! Ini dia Venue dan Jadwal eSports Asian Games 2018

Jam latihan yang padat itu tentunya akan mengorbankan kegiatan-kegiatan lain di luar eSports, contohnya adalah kegiatan sekolah. Karena itu, banyak pengamat eSports yang menyarankan para pelajar yang masih sekolah tapi ingin menjadi atlet eSports agar menyelesaikan terlebih dahulu program studi mereka. Karena jika mereka memang terjun ke dunia eSports tentunya mereka akan mengalami jadwal latihan yang padat tadi.

Tenaga

tenaga.jpg

Yang kedua adalah pengorbanan tenaga. Atlet eSports sudah terkenal dengan jadwal latihan yang padat, karena itu tentunya mereka harus memiliki stamina yang kuat. Karena jika kamu ingin menjadi atlet eSports hanya karena kamu suka bermain game tanpa menekuninya secara lebih mendalam maka kamu masih kurang kuat untuk terjun ke dunia eSports.

Bahkan menurut Eddy Lim, Presiden Asosiasi eSports Indonesia (IeSPA), menjadi atlet eSports tentu berbeda dengan gamer yang hanya menghabiskan waktunya untuk bermain game. Menurutnya, atlet eSports adalah sebuah.jenjang karir profesional sehingga mereka harus bisa mengukir presentasi.

Baca Juga : 3 Kelebihan Mobile eSports yang wajib kamu ketahui!

Tentunya untuk mengukir prestasi maka dibutuhkan tenaga yang tidak sedikit. Hal itu bisa dibuktikan dengan banyaknya latihan-latihan yang cukup padat serta melelahkan tubuh.

Kehidupan sekitar

sekitar.jpg

Selain waktu dan tenaga, hal terakhir yang harus dikorbankan olelh atlet eSports adalah kehidupan pribadi atlet sendiri. Dikarenakan jadwal Atlet eSports yang sangat padat tentunya membuat kehidupan pribadi mereka lumayan dikorbankan. Jadwal mereka dalam sehari bisa bermacam-macam diantaranya adalah latihan rutin, wawancara dengan media, syuting untuk produk sponsor bahkan jika mereka mengikuti turnamen bisa dipastikan jadwalnya akan semakin padat dengan briefing yang dilakukan oleh pihak penyelenggara.

Baca Juga : Wah ternyata ada 3 Game yang Layak Masuk eSport Asian Games 2018 !

Hal-hal tersebut tentunya akan sangat sulit dipahami oleh keluargamu jika mereka adalah tipe keluarga yang “belum melek” teknologi. Bahkan kam bisa saja dinasehati karena mereka mengira kamu hanya bermain game untuk hiburan saja.

Materil

materil.jpg

Dan yang terakhir adalah pengorbanan materil. Pengorbanan ini adalah pengorbanan yang cukup signifikan di awal-awal kamu ingin terjun ke dunia eSports. Sudah banyak kisah dari pemain top dunia yang juga melakukan banyak pengorbanan materil hanya untuk terjun ke eSports.

Baca Juga : Ini dia 5 Tips Agar Kamu bisa menjadi Caster eSports!

Contohnya adalah Sumail, ia seorang pemain pro Dota 2 yang terpaksa menjual sepedanya sendiri agar bisa terus berlatih bermain Dota 2. Selain Pro player, ada juga caster yang berasal dari Indonesia mengalami hal serupa. Ia adalah Melondoto. Ia sempat harus menjual sepeda motor miliknya hanya untuk membeli seperangkat komputer yang akan digunakannya untuk belajar menjadi caster.

Nah itu tadi adalah beberapa pengorbanan di dunia eSports yang mungkin harus kamu lakukan agar bisa terjun ke dunia eSports. Bagaimana, apakah kamu masih tertarik terjun ke dunia eSports ?

0 Comments

    Leave a Comment

    Login

    Welcome! Login in to your account

    Remember me Lost your password?

    Lost Password