Wah ternyata ini perbedaan eSports di Eropa dengan Asia !

perbedaan eSports di Eropa dengan Asia

eSports yang kini sudah dipertandingkan di olahraga resmi tentu makin membuat tren eSports semakin gemerlap. Hal itu tentunya membuat olahraga ini makin disorot media. Dan seperti yang kita tahu, benua Asia pasti menjadi salah satu daerah yang paling disorot, hal ini bukan tanpa alasan. Di Asia sendiri sudah banyak atlet eSports yang bisa menjuarai berbagai kejuaraan dunia. Tapi eSports di Eropa juga sama berkembangnya dengan Asia. Di Eropa sendiri sudah banyak tim-tim professional yang dikelola dengan baik dan memiliki banyak divisi eSports.

Mungkin kamu masih bingung kan dengan perbedaan eSports di Eropa dengan Asia. Tenang saja di sini saya akan mencoba menjelaskannya kok. Yuk kita cek!

Awal pertumbuhan eSports

pc-bang.jpg

Di Asia eSports sendiri tumbuh melalui warnet-warnet yang bermunculan. Khususnya di Korea Selatan. Di sana pemerintahnya sudah menyediakan akses internet berkecepatan tinggi untuk warnet-warnet tersebut.  Warnet-warnet itu tentunya merupakan tempat yang pas untuk para pemain mengembangkan kemampuan mereka. Disana kita akan melihat banyak pemuda yang latihan bermain bersama, bertanding bahkan berdiskusi tentang game favorit mereka seperti Starcraft ataupun LoL. Makanya tak mengherankan jika banyak atlet eSports yang berasal dari Asia seperti sekarang ini.

Hal ini berbanding terbalik dengan Eropa. Di Eropa sendiri, kegiatan bermain game seperti itu dulunya hanya dilakukan secara individual dan di ruang pribadi seperti kamar. Hal itu tentu membutuhkan waktu tersendiri agar iklim eSports disana berkembang seperti layaknya Asia.

Mobile eSports vs PC eSports

mobilevspc.jpg

Mobile eSports sudah makin populer di Asia, khususnya China. Battle of Balls adalah salah satu contoh bagaimana sebuah game mobile bisa menjadi ajang eSports yang populer. Game itu sudah mengadakan turnamen Battle of Balls Global Final yang dihadiri sekitar 13.000 orang di Shanghai. Bahkan jumlah penonton livestream turnamen tersebut mencapai 3,6 juta!

Sedangkan di Eropa sendiri mobile eSports masih kurang dilirik. Hal itu dipicu oleh penggunaan PC yang masih dominan disana. Buktinya adalah saat The International 2017 (sebuah turnamen Dota 2) yang menyedot perhatian penonton sebanyak 4 juta orang di platform Twitch.

Event eSports

event.jpg

Event eSports di Eropa biasanya diselenggarakan oleh investor-investor besar. Contohnya seperti Amazon yang menyelenggarakan Mobile Masters Tournaments di 2017 yang mempertandingkan berbagai macam game seperti Vainglory, Hearthstone dan World of Tanks Blitz.

Di Asia, Event-event eSports biasanya diselenggarakan oleh satu pihak saja. Tapi penyelenggaraan event tersebut tetap tidak menutup kemungkinan masuknya game-game lain. Contohnya seperti di Indonesia Games Championship yang mempertandingkan Vainglory, Clash Royale, Crisis Action dan Line Lets Get Rich.

Baca Juga : Mengintip Sisi Gelap Dunia eSports, Mulai dari Doping Hingga Pengaturan Skor

Kompetitif vs Casual

casuak.jpg

Game-game kompetitif sudah menjadi langganan event-event eSports di Eropa. Game itu meliputi Clash Royale, Summoners War, dan Vainglory. Di sana juga sedang populer game dengan genre multiplayer strategy yang mengharuskan pemainnya menggunakan strategi-strategi yang matang untuk mengalahkan lawan mereka.

Sementara di Asia. Game-game casual malah sedang populer belakangan ini. Contohnya saja seperti Battle of Balls yang menjadi bukti bahwa dengan permainan yang sederhana, ia tetap bisa mengundang banyak orang untuk menontonnya. Hal itu terbukti saat kejuaraan Battle of Balls Professional League yang ditonton oleh 3 juta orang.

Gimana, sekarang kalian sudah tahu kan perbedaan eSports di Asia dengan Eropa ? Apakah kamu makin tertarik untuk terjun ke dunia eSports ?

0 Comments

    Leave a Comment

    Login

    Welcome! Login in to your account

    Remember me Lost your password?

    Lost Password